
Keberhasilan pendidikan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan akademik di dalam ruang kelas, melainkan dari sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat global yang dinamis. Prinsip inilah yang direpresentasikan secara nyata oleh Naufal Al-Zahra, mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi angkatan 2019, yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan melalui program KKN dan PPL Internasional di Thailand Selatan.
Kilas balik pada medio 2022, Universitas Siliwangi (UNSIL) menjadi salah satu perguruan tinggi yang dipercaya untuk menerjunkan delegasi terbaiknya dalam pengabdian lintas negara. Dari puluhan pendaftar, Naufal Al-Zahra terpilih bersama empat rekan lainnya untuk membawa nama almamater ke kancah internasional.

Naufal membuktikan bahwa disiplin ilmu Pendidikan Sejarah memiliki relevansi yang sangat kuat dalam membangun jembatan komunikasi lintas budaya. Ditugaskan di Jazirahpithayanusorn School, Provinsi Krabi, ia memikul tanggung jawab besar untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi representasi kualitas mahasiswa Indonesia di mata dunia. Kehadirannya di Thailand Selatan saat itu menegaskan bahwa kompetensi pedagogi mahasiswa UNSIL mampu bersaing dan beradaptasi dengan standar pendidikan internasional.
Keberhasilan pengabdian ini berakar pada kemampuan adaptasi kultural yang luar biasa. Mengingat kembali wejangan Rektor UNSIL, Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., sebelum keberangkatan, para mahasiswa ditekankan untuk menggunakan “rumus” menghargai budaya lokal. Naufal menunjukkan bahwa seorang calon pendidik sejarah harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kemampuannya dalam memahami latar belakang budaya masyarakat setempat menjadi kunci utama mengapa kehadirannya diterima dengan hangat, sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Sejarah dibekali dengan kecerdasan sosial yang mumpuni untuk menghadapi tantangan global.

Narasi perjalanan Naufal Al-Zahra ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh civitas akademika Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Siliwangi hari ini. Kisah ini membawa pesan kuat bahwa setiap mahasiswa, terlepas dari program studinya, memiliki peluang yang sama untuk mengepakkan sayap di panggung internasional. Semoga jejak langkah ini menjadi awal dari lahirnya delegasi-delegasi baru yang berani melangkah keluar dari zona nyaman demi mengharumkan nama almamater dan bangsa di kancah dunia





















